Makna

  • 0

Makna

Makna yang dimiliki seseorang mempengaruhi emosi yang dirasakan, tindakan yang diambil, hingga kualitas hidup seseorang. Bisa kita lihat dalam kehidupan sehari – hari dimana pengendara motor yang marah – marah jika diklakson dari belakang oleh mobil karena merasa dia yang berhak ada di depan daripada mobil tersebut atau pengendara motor yang langsung menepi dan memberikan jalan saat diklakson mobil dari belakang karena meyakini bahwa mobil tersebut sedang ada urusan penting dan genting sehingga harus didahulukan.

Di pasar saat terjadi tawar menawar sayuran pun sering kita lihat ibu – ibu yang menawar dan tidak diberi oleh pedagang, langsung pergi mencari tempat lain karena yakin pasti ada yang lebih murah atau seorang ibu yang tetap membeli sayuran meskipun sudah mencoba menawar namun tidak diberi oleh pedagang, karena takut di tempat lain tidak ada sayur yang lebih segar dari tempat itu.

Contoh – contoh ini dapat berkembang sampai memutuskan untuk melamar pekerjaan, memilih jawaban atas suatu pertanyaan, hingga pengambilan keputusan penting oleh pemimpin negara.

Pembahasan makna ini bersumber dari teknik Reframming dalam NLP (neuro linguistic programming / program bahasa pikiran). Reframing itu mengganti label – menukar perspektif kita saat melihat perilaku / kejadian. Artinya, saat kita mendapati perilaku / kejadian yang membuat kita tidak berdaya, maka tugas kita adalah me-re-frame perilaku / kejadian tersebut sehingga kita menjadi berdaya. Didasarkan pada asumsi bahwa di balik setiap perilaku / kejadian terkandung maksud positif. Reframing mengajak kita untuk keluar dari kerangka berpikir ‘masalah’ dan melompat ke dalam kerangka berpikir ‘solusi’ atau ‘tujuan/outcome’. Secara sederhana yakni mengubah makna terhadap sesuatu.

Orang yang depresi biasanya adalah orang yang sedih dan setelah sedih selalu mencari alasan untuk sedih. Orang yang tidak terjebak dalam depresi yakni orang yang sedang sedih, namun setelahnya ia mencari alasan atau cara untuk tidak sedih lagi / untuk menjadi gembira. Begitupun orang yang pemberani. Sesungguhnya setiap orang punya rasa takut dan penyebab / alasannya pasti berbeda – beda. Namun yang membedakan pemberani dari penakut yakni meskipun ia sedang takut namun terus bergerak atau mengambil tindakan. Namun penakut biasanya menunggu dunia berubah dulu baru berani, bukannya ia berusaha memberanikan diri.

Telah jelas sekali makna yang kita miliki mempengaruhi kualitas hidup kita. Kembali ke pertanyaan yang perlu kita lontarkan untuk diri kita masing – masing, bahwa apakah kita memilih untuk memiliki makna yang memberdayakan atau yang melemahkan?

Mari kita masuk ke dalam rumah kita masing – masing. Bagaimana keadaan keluarga kita, hubungan dengan anak – anak, dan makna – makna yang kita miliki saat anak mendapat nilai yang kecil, saat anak sulit disuruh mengerjakan PR, saat Ayah atau Bunda sedang emosi marah karena masalah pekerjaan, saat tetangga membicarakan sesuatu yang tidak ingin kita dengar mengenai pola asuh baru yang lebih baik yang kita terapkan kepada anak, saat kita sedang senang, sedang mendapat banyak uang, saat dipuji, dan sekelumit hal yang ada di dalam rumah.

Mari kita bedah satu persatu mengenai makna – makna apa saja yang bisa kita pilih untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga kita:

  • Saat anak mendapat nilai kecil, apakah kita memaknai bahwa anak kita bodoh sekali atau anak sedang merasakan dan memahami dampak dari ketidakdisiplinan tindakannya, bahwa anak sedang mendapat pelajaran kehidupan.
  • Saat anak sulit disuruh mengerjakan PR, apakah kita memaknai bahwa anak itu memang nakal dan durhaka kepada orangtua karena tidak melaksanakan perintah orangtua untuk mengerjakan PR atau anak sedang ada masalah, dimana ia sedang butuh pendengar yang mendengarkan dengan baik, membuatnya nyaman dan aman, juga menginspirasinya untuk bangkit dan semangat hidup lagi kemudian mau lagi mengerjakan PR.
  • Saat Ayah dan Bunda sedang emosi marah karena masalah pekerjaan, apakah Ayah dan Bunda memaknai bahwa masalah di tempat kerja adalah oleh – oleh untuk anak – anak di rumah agar anak bisa merasakan penderitaan diri orangtua, sehingga anak – anak menjadi pelampiasan omelan, bentakan, bahkan pukulan atau emosi di tempat kerja adalah bagian dari urusan pekerjaan dan setelah masuk ke rumah, emosi bisa menjadi tenang kembali karena melihat keluarga dan masih bisa selalu bertemu keluarga. Atau juga memahami bahwa penyebab emosi ada 4 yakni; sedang lelah, salah persepsi, sedang banyak masalah, dan kurang akal untuk menyelesaikan masalah.
  • Saat tetangga membicarakan sesuatu yang tidak ingin kita dengar mengenai pola asuh baru yang lebih baik yang kita terapkan kepada anak, kita memaknainya sebagai rasa malu dan aib keluarga karena disindir oleh tetangga atau kita memaknai bahwa sindiran yang menusuk hati adalah teguran untuk kita sebagai orangtua harus menguatkan kembali hati dan keyakinan – keyakinan diri dengan terus menambah wawasan dan keilmuan tentang parenting agar menjadi pribadi yang semakin kuat dan keluarga yang semakin solid.
  • Saat sedang senang, kita memaknainya sebagai sesuatu yang harus diekspresikan sesenang senangnya, sampai makan hingga 5 piring, nonton TV hingga dua hari dua malam, dan sebagainya, atau bersyukur dan berbagi kesenangan dengan yang sedang bersedih atau siapapun yang ada di sekitar kita.
  • Saat sedang mendapat banyak uang, apakah memaknainya untuk menghabiskan dengan sesuka hati karena hasil jerih payah sendiri, atau semakin meningkatkan alokasi keuangan yang dimiliki, seperti menambah sedekah / berbagi, menambah tabungan, menambah rencana bisnis dan investasi, dan rencana pengaturan keuangan lainnya.
  • Saat dipuji, apakah memaknai hal tersebut adalah kebanggaan diri yang harus dipamerkan dan semua orang tahu, atau hal yang harus disyukuri dan menambah energi positif diri untuk selalu memberikan yang terbaik dalam pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan sosial.

Hidup ini adalah pilihan, apapun pilihan makna yang dipilih, akan menentukan kualitas hidup kita. Dalam hal teknologi, listrik bisa menerangi sebuah kota atau mengakhiri hidup seseorang. Akan tetapi ada jutaan lampu jalan daripada kursi listrik. Sebuah pesawat jet Boeing bisa membawa menyeberangi lautan atau digunakan sebagai bom untuk membuat kerusakan. Tapi ada jutaan penerbangan daripada pembajakan.

 

©Copyright FunkyParenting

Please follow and like us:

  • 0

Your Baby Are A Miracle

“One child one mission.” Begitulah Ayah Edy, seorang pakar Parenting pernah mengatakan dalam talkshow nya di radio. Mari kita simak kisah – kisah keajaiban dari anak – anak yang ternyata adalah orang – orang hebat di masa depan.

Ada seorang anak yang senang main layangan saat sedang turun hujan. Hujannya pun menyambarkan petir. Lalu layangannya tersambar petir dan anak itupun ikut tersambar. Setelah merasakan sambaran petir, bukannya takut, anak itu justru merasa takjub dengan energi petir yang dirasakannya. Anak itupun terobsesi dengan petir dan terus melakukan penelitian mengenai energi petir. Hingga dia menemukan energi listrik. Anak itu adalah penemu listrik, “Michael Farraday”.

Ada seorang anak yang senang sekali bertanya tentang segala sesuatu dan melakukan uji coba untuk menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri. Anak itu memiliki paman yang mempunyai laboratorium fisika. Anak itu terobsesi untuk membuat desanya memiliki cahaya, agar malam hari bisa terang benderang. Kemudian ia melakukan percobaan demi percobaan sampai 1001 kali. Akhirnya sebuah bohlam lampu bisa memunculkan cahaya dan terang benderanglah desanya di malam hari. Bahkan seluruh dunia pun menjadi terang benderang karena penemuan lampunya tersebut. Dialah yang dikenal sebagai Thomas Alfa Edison.

Ada lagi seorang anak yang jika di sekolah hanya ingin belajar tentang mesin saja. Pada saat SD, belum ada pelajaran tentang mesin. Karena tidak ada yang memahami keinginannya pada saat itu, anak ini menunjukkan perilaku berontak dan egois. Lalu ada seorang tetangga yang menyarankan agar anak ini bekerja saja di bengkel sambil belajar mesin. Kemudian diizinkan, dan anak itu bekerja sambil belajar di bengkel selama bertahun – tahun. Lalu suatu hari ia membuat motor ciptaannya sendiri, yakni Honda. Ya, anak itu adalah Soichiro Honda, pencipta Honda.

Ada seorang anak perempuan yang pendiam sekali dan cenderung lamban dalam menyerap pelajaran. Pihak sekolahpun mengatakan bahwa anak ini tidak bisa diikutsertakan lagi dalam kelas. Ia pun putus sekolah. Kemudian suatu hari neneknya bertanya padanya mengenai apa yang ingin ia pelajari. Anak itu mengatakan bahwa ia ingin sekali belajar dandan. Ia terus belajar dandan kepada neneknya. Setelah ilmu neneknya dikuasai, neneknya mengarahkannya untuk belajar kepada yang lebih ahli dan begitu seterusnya. Akhirnya anak perempuan tersebut menjadi seorang wanita yang hebat dalam bidang kosmetik, memiliki bisnis yang besar di Indonesia dalam produk kosmetik dan kecantikan. Dia adalah Ibu Martha Tilaar.

Ada lagi seorang anak prempuan berusia 6 tahun yang pendiam dan pemalu. Ia diundang menghadiri pesta ulang tahun temannya. Karena malu, ibunya memaksanya untuk datang dan menemaninya di acara tersebut. Sampailah giliran anak tersebut diminta untuk mengambil permen di tempat yang disediakan sebagai bagian dari acara. Anak itu tidak mau, ibunyapun mendesak untuk mengambil, begitupun dengan pembawa acara. Ia tetap tidak mau mengambil, lalu akhirnya pembawa acara tersebut mengambilkan untuknya. Setelah pulang ke rumah, dan ibunya bertanya mengenai sikapnya tadi di acara ulang tahun, ia menjelaskan bahwa ia sengaja tidak mengambilnya meskipun ingin sekali mengambil. Ia menjelaskan bahwa jika ia mengambil dengan tangannya yang kecil itu, pasti akan dapat sedikit. Namun jika diambilkan oleh pembawa acara yang tangannya lebih besar, pasti dapatnya banyak.

Ada seorang anak perempuan remaja yang hobinya jalan – jalan ke mall. Anak itu setiap hari pasti pergi ke mall, bahkan sampai malam hari jika tidak diingatkan. Orangtuanya kebingungan, malu, emosi, dan berbagai perasaan negatif menumpuk. Setelah anak itu ditanya dari hati ke hati, ternyata ia ke mall untuk melihat perbandingan mode fashion dari satu merk ke merk lain, dan melihat perkembangan fashion yang laku di mall – mall dari masa ke masa. Setelah mengetahui hal itu, orangtuanyapun mengizinkannya untuk belajar fashion sesuai dengan minatnya tersebut. Anak itu pun menjadi salah satu desainer pakaian yang penjualannya cukup bagus.

Ada lagi seorang anak laki – laki yang hobinya mengorek – ngorek sampah. Orangtuanya kebingungan dan menyangka yang macam – macam atas perilaku anaknya tersebut. Ketika ditanya tujuannya apa mengorek – ngorek tempat sampah, anak itu menjelaskan bahwa ia senang mengumpulkan bungkus makanan yang menarik gambarnya. Lalu anak tersebut difasilitasi untuk belajar desain produk makanan. Anak itupun menjadi salah satu desainer produk makanan yang dijual di pasaran.

Ada seorang anak laki – laki kelas 2 SMP yang kerjanya hanya main game saja di kamar. Orangtuanya menjadi selalu emosi setiap hari, lalu berkonsultasi. Setelah berbicara cukup panjang dengan anak tersebut, ternyata anak itu sedang merencanakan untuk membuat perusahaan game miliknya sendiri. Ia sudah meulai mempersiapkan program – program basic nya. Ia juga sudah menjual cd gamenya sendiri. Karakter dalam gamenyapun pernah ada yang menawar. Orangtuanyapun akhirnya mendukungnya dan membuatkan PT untuknya. Anak itu senang sekali dan semangat belajarnya muncul kembali. Lalu nilai – nilai sekolahnya naik drastis.

Dari kisah – kisah tersebut, jelaslah bahwa sebenarnya anak – anak kita merupakan keajaiban yang diturunkan Tuhan ke hadapan kita. Tinggal kita melihat anak sebagai keajaiban atau masalah. Sesungguhnya, Tuhan telah memberikan kita anak beserta minat-bakat yang ada di dalam dirinya, maka didikan kita untuk menjadikan anak ini seperti apa adalah persembahan kita kepada Tuhan. Nah sekarang kita tanya kepada diri kita sendiri, apakah kita akan mempersembahkan anak yang bahagia dalam hidupnya karena didikan kita agar anak menjalankan hidup sesuai keinginan Tuhannya dalam minat – bakatnya atau menghasilkan anak yang tidak bahagia dalam hidup?

 

©Copyright FunkyParenting

Please follow and like us:

  • 0

Cerita Anda

Niat menimbulkan keinginan, keinginan memunculkan ide, ide menghasilkan ucapan, ucapan menghasilkan tindakan, tindakan menghasilkan pencapaian, dan pencapaian menentukan nasib Anda. Secara sederhana, jika ditarik kesimpulan menjadi niat menentukan nasib. Jika niat baik, maka nasib baik. Jika nasib hidup terasa sulit, mungkin niatnya yang tidak baik.

Hal ini sudah sering kita temui dalam pembahasan atau obrolan mengenai psikologi populer, yakni obrolan mengenai psikologi yang sudah umum diketahui masyarakat. Kali ini kita akan membahas hal ini lebih lanjut.

Anthony Robbins dalam bukunya, “Money Master The Game”, melakukan penelitian antara orang – orang yang berhasil dalam hidup dan yang tidak. Setelah melakukan studi literatur dan mewawancarai puluhan ribu orang, dia mendapati perbedaan yang paling penting antara mereka yang sukses dan tidak. Hal terpenting bukanlah pada jumlah harta atau latar belakang keluarga yang dimiliki, namun pada cerita – cerita yang didengungkan dalam pikiran, yang menuntun langkahnya. Mereka yang berhasil selalu mempertahankan di dalam pikiran mengenai cerita – cerita kesuksesan yang menginspirasi mereka untuk menjadi sukses. Mereka selalu mempertahankan perasaan – perasaan berdaya dalam hati, sehingga mereka memiliki kekuatan tanpa batas dalam semangat dan optimis.

Untuk labih memperdalam energi tanpa batas dan perasaan berdaya, ada satu metode yang digunakan oleh Dr. Hew Len saat mengatasi pasien – pasien rumah sakit jiwa di Hawai. Tanpa menggunakan terapi yang rumit dan hasilnya kurang signifikan, pasien rumah sakit jiwa tersebut satu persatu sembuh total. Metode tersebut adalah “Cleansing (pembersihan Diri)”. Penjelasan secara sederhana yakni metode tersebut dilakukan dengan cara menyeimbangkan energi diri. Energi yang bersumber dari membersihkan diri dari pikiran maupun perasaan negatif, kemudian memunculkan rasa cinta dan pikiran yang berdaya. Kemudian Dr. Hew Len mendekati pasien tersebut dan energinya tertransfer secara otomatis, sehingga energi pasien sakit jiwa tersebut menjadi teratur dan pasen tersebut menjadi normal kembali.

Lalu bagaimana jika kita terapkan di rumah, untuk keluarga, dan saat berinteraksi dengan anak – anak? Saat di rumah, kita munculkan cerita – cerita yang positif, optimis, dan memberdayakan dalam pikiran kita. Kemudian hati kita senantiasa melakukan pembersihan diri (cleansing) dari perasaan – perasaan negatif. Lalu cara tersebut kita tularkan pada anak – anak, maka kejutan apa kira – kira yang akan kita dapatkan. Semoga semakin banyak cerita – cerita indah yang muncul dari dalam rumah. Semoga hal – hal indah selalu memunculkan niat hati yang indah dan nasib hidup juga menjadi indah.

 

©Copyright FunkyParenting

Please follow and like us:

Parenting Quotes