Category Archives: UPDATES

  • 0

Uang adalah Ide

Pada umumnya di masyarakat, anak dimasukkan ke sekolah agar pintar, kemudian mendapat nilai bagus, kemudian bisa masuk sekolah favorit, kemudian perguruan tinggi favorit, kemudian mendapat pekerjaan di perusahaan yang bonafit, agar memiliki uang banyak dan hidupnya menjadi bahagia. Robert Kiyosaki pernah mengatakan dalam salah satu bukunya, “Jika tujuan menyekolahkan anak adalah untuk uang, pastinya guru adalah orang kaya”. Namun fakta yang ada di lapangan justru sebaliknya, “Tidak semua guru adalah orang kaya”.

Jika salah satu tujuan sekolah adalah untuk uang, logikanya anak seharusnya belajar kepada orang – orang kaya yang mendapatkan kekayaannya dari nol. Coba saja kita membaca buku – buku biografi orang – orang kaya, baik di Indonesia maupun di dunia, seperti Chairul Tandjung, Tung Desem Waringin, Ir. Ciputra, Robert Kiyosaki, Anthony Robbins, Sir John Templeton, Paul Tudor Jones, Warren Buffet, Ray Dalio, dan masih banyak lagi. Selain buku, bisa juga kita mendapatkan ilmu tentang uang dan kekayaan, melalui seminar, workshop, atau belajar dengan bertemu langsung kepada orangnya. Semua dapat kita temukan informasinya dari radio bisnis dan inspirasi seperti smart fm (95.9), internet, dan lain sebagainya. Akan banyak ilmu yang didapatkan mengenai percaya diri, konsep diri, perjuangan, motivasi, inspirasi, berbuat baik, beramal, menghargai orang lain, tidak hanya ilmu tentang uang.

Banyak sekali orang kaya yang ada di dunia ini. Jika diperhatikan, mereka mencapai kekayaannya melalui berbagai cara:

  •  Ada yang kaya dari berdagang pakaian di pasar dengan memiliki kios lebih dari satu di tiap pasar. Jika jumlah  pasar di satu kota ada 50, bayangkan jumlah pemasukan seorang pedagang pakaian terebut.
  •  Ada yang kaya dengan menjadi perantara antara pedagang dan pembeli melalui internet seperti tokopedia,  bukalapak, lazada, travelio, dan perusahaan .com sejenisnya.
  • Ada yang kaya dengan menjadi penulis buku – buku best seller.
  • Ada yang kaya dengan menjadi penyanyi, artist, bintang film, sutradara.
  • Ada yang kaya dengan menjadi pelukis kemudian lukisannya dijual. Ada juga yang tidak bisa melukis, namun
  • menjual lukisan para pelukis terkenal.
  • Ada yang memiliki salon, minimarket, supermarket, mall, tempat bimbel, sekolah.
  • Ada yang bisnis property, saham, trading.
  • Ada yang menjadi psikolog, konsultan, trainer.
  • Ada yang menjual komputer, mesin cuci, alat listrik dan elektronik, furniture, peralatan rumah tangga.
  • Ada juga pemilik stasiun televisi dan radio.
  • Ada pemilik pabrik roti, minuman, makanan instan, semen, kertas, besi, dan masih banyak lagi contoh yang ada di dunia ini.

Mari kita analisa sumber kekayaan mereka: 

  • Penjual pakaian menciptakan pakaian untuk dijual, bisnis .com menciptakan media transaksi melalui internet.
  • Penulis menciptakan karyanya berupa buku.
  • Penyanyi menciptakan lagu dan identitas mereka.
  • Bintang film melakukan akting untuk menghasilkan uang.
  • Sutradara menciptakan film.
  • Pelukis membuat lukisan.
  • Pemilik salon menciptakan tempat untuk memperindah penampilan seseorang.
  • Pemilik supermarket atau mall menciptakan bangunan yang bsejuk dan nyaman untuk tempat orang bertransaksi.
  • Pemilik bimbel dan sekolah menciptakan anak untuk belajar dan menikmati keindahan ilmu dari para ahli ilmu yang memiliki sepesialisasinya masing – masing.
  • Pebisnis property yang pandai memilih kesempatan untuk melakukan jual – beli rumah.
  • Pelaku trading yang menghasilkan uang dengan transaksi jual – beli dalam waktu singkat, bahkan hingga per detik secara online.
  • Psikolog, konsultan, trainer yang membuat kualitas hidup manusia menjadi lebih baik.
  • Orang – orang yang menciptakan alat – alat elektronik maupun peralatan tumah tangga.
  • Pembuat tayangan televisi maupun program radio.
  • Pemilik pabrik yang menciptakan pabrik untuk mempercepat dan memperbanyak prosuksi barang, dan lainnya.

Dari penjelasan rinci di atas, selalu ada proses menciptakan. Mereka menciptakan sesuatu, atau jika buka pencipta, ada yang melakukan sesuatu untuk mendapatkan uang. Bagi yang melakukan sesuatu, pasti hal yang dilakukan adalah sesuatu yang telah ada dalam pikiran terlebih dahulu, dimana pikiran itu muncul dari ide. Maka jelaslah sudah bahwa uang bukan menelurkan uang kembali, namun uang itu datang dari sesuatu yang diciptakan seseorang yang mendatangkan uang.

Kini kita telah mengetahui bahwa uang muncul dari ide – ide yang dapat menghasilkan uang. Artinya jika salah satu orientasi penting kita dalam hidup adalah menghasilkan uang, maka sudah seharusnya kita menghargai sebuah ide. Jika kita menginginkan anak – anak kita kelak dapat mandiri secara finansial bahkan menjadi orang yang banyak uang, maka sejak kecil, anak perlu terus diizinkan untuk mengeluarkan, membahas, dan mengembangkan ide – idenya. Melatih anak untuk menciptakan ide – ide baru adalah syarat awal jika kita menginginkan anak – anak menjadi orang – orang kaya di masa depannya nanti. Bagi orang dewasa pada umumnya ada 7 keajaiban dunia, namun bagi anak ada 7 juta keajaiban dunia.

 

©Copyright FunkyParenting

Please follow and like us:

  • 0

Era Penciptaan

Mari membahas sedikit tentang sejarah peradaban dunia. Dimulai dari zaman purba kemudian zaman yunani kuno – era industri – era informasi – dan kini era penciptaan. Kita mulai memasuki era penciptaan. Dengan mudahnya semua orang mendapat akses informasi, maka siapapun dapat mengetahui segala sesuatu hanya dengan satu klik saja pada mouse komputer. Orang dengan mudahnya mengetahui bagaimana wujud padang pasir, sungai amazon, kutub utara, sampai cara memasak dan merakit komputer dengan internet. Dengan kemajuan teknologi yang pesat ini, orang dengan mudahnya melakukan apapun. Itulah awal mula memasuki era penciptaan, dimana nanti semua orang menciptakan sesuatu yang diinginkan adalah hal biasa. “Jika Anda membayangkannya, maka Anda dapat melakukannya – apapun itu” (Dua gadis kembar dari Carolina Utara yang memulai perusahaan robotika).

Mari kita simak jejak – jejak yang menandai awal dari era penciptaan ini. Ada seorang remaja yang merevolusi dunia ortotik prostetik (ilmu yang mempelajari tentang pelayanan pengukuran, pembuatan, pengepasan alat bantu dan alat ganti anggota gerak tubuh manusia yang hilang atau disabilitas) dari kamar tidurnya. Ia adalah Easton LaChappelle. Ia tinggal di sebuah kota kecil di barat daya Colorado, dimana tidak ada perpustakaan besar maupun Universitas terdekat. Ia tidak pernah belajar teknik ke Universitas, namun hanya belajar berbekal internet, menjelajahi situs – situs seperti instructables dan hack it untuk belajar tentang elektronik, pemrograman, dan mekanik. Pada usia 14 tahun, ia telah membuat tangan robot versinya sendiri. Kemudian pada usia 16 tahun, Ia berhasil membuat tangan mekanik (tangan palsu) yang pada saat itu harga di pasaran sekitar 80.000 dolar menjadi hanya 250 dolar. Singkat cerita kemudian Ia menjalankan program robotika untuk NASA ketika berusia 17 tahun (Anthony Robbins dalam buku “Money Master The Game”).

Ada seorang polisi di Amerika bernama Matt Uram berusia 40 tahun yang mengalami luka bakar yang memenuhi lengan kanannya dan sisi kanan kepala dan wajahnya. Kasus tubuh yang terrbakar biasanya akan berada di unit luka bakar selama beberapa minggu atau bulan, melalui proses menyakitkan yang sama dua kali sehari. Namun tim spesialis menerapkan teknik baru, yakni dengan pistol semprot yang secara lembut memperbaiki luka bakarnya dengan larutan sel induk Matt sendiri. Tiga hari kemudian, lengan dan wajahnya benar – benar sembuh. Contoh lainnya bisa dilihat di youtube dengan key word “Skin Spray”. Nyaris tidak ada bekas luka yang terlihat.

Sekarang bahkan ada “bio-pen” yang memungkinkan ahli bedah untuk mengambil sel – sel sehat pada lapisan tulang dan tulang rawan untuk berkembang biak dan tumbuh menjadi saraf, otot, dan tulang untuk penyembuhan bagian yang rusak.
Kini ada Pencetakan 3-Dimensi (3-D Printing). Printer biasanya mencetak kertas, namun ini mencetak benda sungguhan. Printer tersebut menggunakan 200 bahan cair atau bubuk yang berbeda, termasuk plastik, kaca, keramik, titanium, nilon, cokelat, dan bahkan sel hidup. Sejauh ini printere 3-D telah digunakan untuk membuat sepatu lari, gelang emas, bagian pesawat, peralatan makan, bikini, gitar, panel surya, trakea (saluran kerongkongan menuju paru – paru), telinga, dan gigi manusia.

Kemudian mobil yang bisa menyetir sendiri mungkin sudah tidak asing terdengar, komputer yang bisa mengalahkan Master catur dunia, sistem optik pengenal huruf untuk membuat mesin baca untuk orang buta, mobil yang menggunakan air dan bukan lagi bensin, teknologi desalinisasi baru yang mengubah air laut menjadi air keran dari Australia hingga Arab Saudi, perusahaan Israel yang bernama Air Gen yang membuat mesin untuk mengekstraks air bersih dari udara, bahkan mengakses kursus gratis di bidang ekonomi dari Yale dan matematika dari MIT secara online dalam hitungan detik, dan masih banyak lagi keajaiban penemuan pada nanoteknologi, robotika, dan regenerasi jaringan (Ray Kurzweil, Penemu dan Futuris). Kita hidup di alam semesta yang berbeda sekarang dan baru berada di awalnya saja (Anthony Robbins). “Masa depan akan menjadi jauh lebih baik daripada yang Kita pikirkan” (Peter Diamandis, pendiri X Prize Foundation).

Terdapat terobosan yang terjadi hari ini dan pada bulan – bulan serta tahun – tahun mendatang yang akan merevolusi kualitas hidup Anda dan kehidupan orang lain di bumi. Seperti menguraikan (decode) genom manusia, merancang sestem pengenalan digital pertama, hingga mengembangkan angkutan ruang angkasa komersial yang menerbangkan manusia bolak – balik ke stasiun antariksa internasional.

Beberapa orang membayangkan masa depan dan melihat robot pembunuh gaya Terminator dan Frankenfoods yang diubah secara genetik. Lainnya mengharapkan mobil terbang seperti yang telah dilihat di The Jetson; atau pembantu android seperti di Star Wars C-3PO; atau daging dan sayuran yang dapat tumbuh dari sel tunggal dengan menggunakan kloning in-vitro jaringan otot untuk memberi makan dunia yang kelaparan. Kemudian perangkat medis seukuran sel darah yang dapat melakukan perjalanan melalui tubuh untuk menyembuhkan penyakit parkinson dan demensia. Lalu tidak ada insektisida, dan tidak ada lagi polusi nitrogen. Belum satupun dari skenario ekstrem tersebut yang telah menjadi kenyataan, namun sedang menuju perjalanan menjadi nyata (Ray Kurzweil).

Rata – rata orang hari ini sudah memiliki pilihan yang bahkan tidak pernah diimpikan Firaun terkaya di Mesir. Menurut Ray Kurzweil, semua kebutuhan energi dunia dapat dipenuhi dengan 1/10.000 dari sinar matahari yang jatuh ke bumi setiap hari. Tantangannya adalah bagaimana menangkap dan menyimpan kekuatan tersebut dengan biaya yang kompetitif. Apa yang kita butuhkan adalah lebih banyak orang yang memiliki spesialisasi dalam bidang – bidang yang mustahil (Teodore Roethke).

Setiap orang bisa menjadi pencipta (Easton LaChappelle). Kita sudah mulai masuk di awal Era Penciptaan. Kita perlu menyesuaikan diri dengan Era di waktu manapun kita hidup. Begitupun dalam mempersiapkan anak – anak kita di masa depannya nanti, dimana mereka akan sepenuhnya hidup dalam Era Penciptaan. Pola pengasuhan pun harus kita sesuaikan dengan pola pengasuhan untuk Era Penciptaan. Kita dapat memulai dengan mendidik anak dengan mengizinkannya berkembang melalui hal – hal yang disenangi anak, menginspirasinya, dan membuatnya penasaran juga semangat, lalu ingin mencoba hal – hal baru dan terciptalah kejutan – kejutan yang mungkin belum pernah kita bayangkan. Marilah kita sambut Era baru dalam peradaban umat manusia ini dengan melahirkan generasi – generasi pencipta hal – hal baru dan pencipta solusi untuk kesejahteraan kehidupan umat manusia.

 

©Copyright FunkyParenting

Please follow and like us:

  • 0

Anak Yang Dianggap ADD

Anak – anak yang dianggap kelainan kurang perhatian atau Attention Deficit Disorder (ADD) seringkali dianggap masalah di sekolah – sekolah. Bermasalah karena anak – anak ADD sulit untuk mengikuti alur kegiatan sekolah, seperti memperhatikan guru terus – menerus, duduk diam dan tenang, rapih, mengikuti instruksi dari guru kelas, dan mengerjakan tugas secara teratur. Banyak sekali anak – anak ADD yang tidak diterima di sekolah – sekolah umum / reguler karena alasan tersebut. Mereka biasanya bisa diterima di sekolah khusus yang dapat menangani anak ADD. Bahkan beberapa anak sampai dimasukkan di Rumah Sakit Jiwa. Mungkin sekolah dan guru pada umumnya bukannya tidak mau menerima mereka, hanya saja mayoritas guru belum mengerti bagaimana cara menangani anak – anak ADD. Mungkin jika mayoritas guru menguasai keilmuan mengenai pengajaran anak berkebutuhan khusus, anak – anak ADD akan bisa bersekolah dengan leluasa seperti anak – anak pada umumnya. Itulah yang menjadi impian kita semua. Mari kita bermimpi untuk berharap agar mayoritas guru menguasai keilmuan tentang anak – anak ADD, di samping keilmuan mereka masing – masing.

Di artikel ini kita akan membahas mengenai anak – anak yang dianggap ADD. Menurut Laurie Parson (seorang ibu dari anak ADD dan rekan penulis buku “Anak – anak yang berotak kanan di dunia yang berotak kiri”), melalui tes dominasi otak, bahwa anak – anak yang dianggap ADD sebenarnya adalah anak yang dominan di belahan otak kanan. Mereka termasuk dalam kelompok pemecah masalah yang kreatif, intuitif, dan menyeluruh tetapi tidak kuat dalam ketelitian dan pengorganisasian. Itu sebabnya mereka tidak betah berada di dalam wilayah keteraturan dan monoton. Karena sekolah pada umumnya menekankan ketepatan waktu, kesesuaian jadwal, dan kedisiplinan, maka anak – anak ADD akan selalu mengalami kesulitan.

Jeffrey Freed, M.A.T., seorang konsultan pendidikan swasta, yang telah bekerja sama dengan lebih dari seribu anak berbakat dan ADD di kawasan metropolitan Denver (Colorado, Amerika Serikat), telah membantu mengubah kehidupan anak – anak berbakat dan ADD menjadi lebih baik. Mari kita simak mutiara – mutiara dalam penjelasanya mengenai anak – anak ADD berikut.

Freed menjelaskan bahwa semua anak yang dicap ADD itu cenderung menggunakan otak kanan dan memiliki gaya belajar visual. Daripada memusatkan perhatian pada kekurangan – kekurangan anak – anak ADD yang cenderung dilakukan oleh sekolah – sekolah dan para dokter, Freed menekankan pada kekuatan mereka yang sebenarnya banyak sekali. Anak – anak itu kreatif, bisa memecahkan soal – soal matematika yang sulit dalam kepala mereka, dan merupakan pembaca cepat yang sangat baik. Mereka cenderung kurang berprestasi di sekolah karena para pendidik cenderung menggunakan otak kiri: pemroses auditori (stimuli lewat pendengaran) yang sangat berorientasi pada detail, yang memandang pembelajar visual sebagai orang “cacat”. Freed mengatakan bahwa yang dibutuhkan anak – anak itu bukanlah resep obat, melainkan metode pengajaran yang berbeda.

Kemudian kita perlu mengenali kekuatan – kekuatan hakiki mereka dan meningkatkan harga diri dan antusiasme mereka untuk belajar. Kebanyakan anak berbakat dan boleh dikatakan semua anak penderita ADD memiliki gaya belajar yang sama. Singkatnya, mereka semua adalah pemroses informasi yang sangat visual, tidak berurutan, yang belajar dengan mengingat citranya dan dengan mengubah kata – kata menjadi gambaran mental. Teknik – teknik mengajar yang sangat efektif bagi murid – murid berbakat yang cenderung menggunakan otak kanan, juga efektif bagi penderita ADD. Gagasan ini merupakan suatu gagasan yang sederhana tetapi revolusioner.

Betapa menyegarkan pikiran kita dengan wawasan yang dipaparkan Freed mengenai anak – anak ADD. Kini ada solusi untuk anak ADD agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan bisa menggapai masa depan dan impian – impian mereka. Dari penjelasan Freed, pikiran kita rasanya telah terbuka dan memunculkan optimisme dalam memandang anak dan kreatifitas kita dalam mendidik anak. Mari kita terus meningkatkan wawasan dan menikmati keindahan ilmu – ilmu tentang anak, pengasuhan dan pengajaran. Mari kita juga meningkatkan kesadaran untuk melihat tanda – tanda kebesaran Tuhan dalam keindahan keilmuan tentang anak.

 

©Copyright FunkyParenting

Please follow and like us:

  • 0

Makna

Makna yang dimiliki seseorang mempengaruhi emosi yang dirasakan, tindakan yang diambil, hingga kualitas hidup seseorang. Bisa kita lihat dalam kehidupan sehari – hari dimana pengendara motor yang marah – marah jika diklakson dari belakang oleh mobil karena merasa dia yang berhak ada di depan daripada mobil tersebut atau pengendara motor yang langsung menepi dan memberikan jalan saat diklakson mobil dari belakang karena meyakini bahwa mobil tersebut sedang ada urusan penting dan genting sehingga harus didahulukan.

Di pasar saat terjadi tawar menawar sayuran pun sering kita lihat ibu – ibu yang menawar dan tidak diberi oleh pedagang, langsung pergi mencari tempat lain karena yakin pasti ada yang lebih murah atau seorang ibu yang tetap membeli sayuran meskipun sudah mencoba menawar namun tidak diberi oleh pedagang, karena takut di tempat lain tidak ada sayur yang lebih segar dari tempat itu.

Contoh – contoh ini dapat berkembang sampai memutuskan untuk melamar pekerjaan, memilih jawaban atas suatu pertanyaan, hingga pengambilan keputusan penting oleh pemimpin negara.

Pembahasan makna ini bersumber dari teknik Reframming dalam NLP (neuro linguistic programming / program bahasa pikiran). Reframing itu mengganti label – menukar perspektif kita saat melihat perilaku / kejadian. Artinya, saat kita mendapati perilaku / kejadian yang membuat kita tidak berdaya, maka tugas kita adalah me-re-frame perilaku / kejadian tersebut sehingga kita menjadi berdaya. Didasarkan pada asumsi bahwa di balik setiap perilaku / kejadian terkandung maksud positif. Reframing mengajak kita untuk keluar dari kerangka berpikir ‘masalah’ dan melompat ke dalam kerangka berpikir ‘solusi’ atau ‘tujuan/outcome’. Secara sederhana yakni mengubah makna terhadap sesuatu.

Orang yang depresi biasanya adalah orang yang sedih dan setelah sedih selalu mencari alasan untuk sedih. Orang yang tidak terjebak dalam depresi yakni orang yang sedang sedih, namun setelahnya ia mencari alasan atau cara untuk tidak sedih lagi / untuk menjadi gembira. Begitupun orang yang pemberani. Sesungguhnya setiap orang punya rasa takut dan penyebab / alasannya pasti berbeda – beda. Namun yang membedakan pemberani dari penakut yakni meskipun ia sedang takut namun terus bergerak atau mengambil tindakan. Namun penakut biasanya menunggu dunia berubah dulu baru berani, bukannya ia berusaha memberanikan diri.

Telah jelas sekali makna yang kita miliki mempengaruhi kualitas hidup kita. Kembali ke pertanyaan yang perlu kita lontarkan untuk diri kita masing – masing, bahwa apakah kita memilih untuk memiliki makna yang memberdayakan atau yang melemahkan?

Mari kita masuk ke dalam rumah kita masing – masing. Bagaimana keadaan keluarga kita, hubungan dengan anak – anak, dan makna – makna yang kita miliki saat anak mendapat nilai yang kecil, saat anak sulit disuruh mengerjakan PR, saat Ayah atau Bunda sedang emosi marah karena masalah pekerjaan, saat tetangga membicarakan sesuatu yang tidak ingin kita dengar mengenai pola asuh baru yang lebih baik yang kita terapkan kepada anak, saat kita sedang senang, sedang mendapat banyak uang, saat dipuji, dan sekelumit hal yang ada di dalam rumah.

Mari kita bedah satu persatu mengenai makna – makna apa saja yang bisa kita pilih untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga kita:

  • Saat anak mendapat nilai kecil, apakah kita memaknai bahwa anak kita bodoh sekali atau anak sedang merasakan dan memahami dampak dari ketidakdisiplinan tindakannya, bahwa anak sedang mendapat pelajaran kehidupan.
  • Saat anak sulit disuruh mengerjakan PR, apakah kita memaknai bahwa anak itu memang nakal dan durhaka kepada orangtua karena tidak melaksanakan perintah orangtua untuk mengerjakan PR atau anak sedang ada masalah, dimana ia sedang butuh pendengar yang mendengarkan dengan baik, membuatnya nyaman dan aman, juga menginspirasinya untuk bangkit dan semangat hidup lagi kemudian mau lagi mengerjakan PR.
  • Saat Ayah dan Bunda sedang emosi marah karena masalah pekerjaan, apakah Ayah dan Bunda memaknai bahwa masalah di tempat kerja adalah oleh – oleh untuk anak – anak di rumah agar anak bisa merasakan penderitaan diri orangtua, sehingga anak – anak menjadi pelampiasan omelan, bentakan, bahkan pukulan atau emosi di tempat kerja adalah bagian dari urusan pekerjaan dan setelah masuk ke rumah, emosi bisa menjadi tenang kembali karena melihat keluarga dan masih bisa selalu bertemu keluarga. Atau juga memahami bahwa penyebab emosi ada 4 yakni; sedang lelah, salah persepsi, sedang banyak masalah, dan kurang akal untuk menyelesaikan masalah.
  • Saat tetangga membicarakan sesuatu yang tidak ingin kita dengar mengenai pola asuh baru yang lebih baik yang kita terapkan kepada anak, kita memaknainya sebagai rasa malu dan aib keluarga karena disindir oleh tetangga atau kita memaknai bahwa sindiran yang menusuk hati adalah teguran untuk kita sebagai orangtua harus menguatkan kembali hati dan keyakinan – keyakinan diri dengan terus menambah wawasan dan keilmuan tentang parenting agar menjadi pribadi yang semakin kuat dan keluarga yang semakin solid.
  • Saat sedang senang, kita memaknainya sebagai sesuatu yang harus diekspresikan sesenang senangnya, sampai makan hingga 5 piring, nonton TV hingga dua hari dua malam, dan sebagainya, atau bersyukur dan berbagi kesenangan dengan yang sedang bersedih atau siapapun yang ada di sekitar kita.
  • Saat sedang mendapat banyak uang, apakah memaknainya untuk menghabiskan dengan sesuka hati karena hasil jerih payah sendiri, atau semakin meningkatkan alokasi keuangan yang dimiliki, seperti menambah sedekah / berbagi, menambah tabungan, menambah rencana bisnis dan investasi, dan rencana pengaturan keuangan lainnya.
  • Saat dipuji, apakah memaknai hal tersebut adalah kebanggaan diri yang harus dipamerkan dan semua orang tahu, atau hal yang harus disyukuri dan menambah energi positif diri untuk selalu memberikan yang terbaik dalam pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan sosial.

Hidup ini adalah pilihan, apapun pilihan makna yang dipilih, akan menentukan kualitas hidup kita. Dalam hal teknologi, listrik bisa menerangi sebuah kota atau mengakhiri hidup seseorang. Akan tetapi ada jutaan lampu jalan daripada kursi listrik. Sebuah pesawat jet Boeing bisa membawa menyeberangi lautan atau digunakan sebagai bom untuk membuat kerusakan. Tapi ada jutaan penerbangan daripada pembajakan.

 

©Copyright FunkyParenting

Please follow and like us:

  • 0

Your Baby Are A Miracle

“One child one mission.” Begitulah Ayah Edy, seorang pakar Parenting pernah mengatakan dalam talkshow nya di radio. Mari kita simak kisah – kisah keajaiban dari anak – anak yang ternyata adalah orang – orang hebat di masa depan.

Ada seorang anak yang senang main layangan saat sedang turun hujan. Hujannya pun menyambarkan petir. Lalu layangannya tersambar petir dan anak itupun ikut tersambar. Setelah merasakan sambaran petir, bukannya takut, anak itu justru merasa takjub dengan energi petir yang dirasakannya. Anak itupun terobsesi dengan petir dan terus melakukan penelitian mengenai energi petir. Hingga dia menemukan energi listrik. Anak itu adalah penemu listrik, “Michael Farraday”.

Ada seorang anak yang senang sekali bertanya tentang segala sesuatu dan melakukan uji coba untuk menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri. Anak itu memiliki paman yang mempunyai laboratorium fisika. Anak itu terobsesi untuk membuat desanya memiliki cahaya, agar malam hari bisa terang benderang. Kemudian ia melakukan percobaan demi percobaan sampai 1001 kali. Akhirnya sebuah bohlam lampu bisa memunculkan cahaya dan terang benderanglah desanya di malam hari. Bahkan seluruh dunia pun menjadi terang benderang karena penemuan lampunya tersebut. Dialah yang dikenal sebagai Thomas Alfa Edison.

Ada lagi seorang anak yang jika di sekolah hanya ingin belajar tentang mesin saja. Pada saat SD, belum ada pelajaran tentang mesin. Karena tidak ada yang memahami keinginannya pada saat itu, anak ini menunjukkan perilaku berontak dan egois. Lalu ada seorang tetangga yang menyarankan agar anak ini bekerja saja di bengkel sambil belajar mesin. Kemudian diizinkan, dan anak itu bekerja sambil belajar di bengkel selama bertahun – tahun. Lalu suatu hari ia membuat motor ciptaannya sendiri, yakni Honda. Ya, anak itu adalah Soichiro Honda, pencipta Honda.

Ada seorang anak perempuan yang pendiam sekali dan cenderung lamban dalam menyerap pelajaran. Pihak sekolahpun mengatakan bahwa anak ini tidak bisa diikutsertakan lagi dalam kelas. Ia pun putus sekolah. Kemudian suatu hari neneknya bertanya padanya mengenai apa yang ingin ia pelajari. Anak itu mengatakan bahwa ia ingin sekali belajar dandan. Ia terus belajar dandan kepada neneknya. Setelah ilmu neneknya dikuasai, neneknya mengarahkannya untuk belajar kepada yang lebih ahli dan begitu seterusnya. Akhirnya anak perempuan tersebut menjadi seorang wanita yang hebat dalam bidang kosmetik, memiliki bisnis yang besar di Indonesia dalam produk kosmetik dan kecantikan. Dia adalah Ibu Martha Tilaar.

Ada lagi seorang anak prempuan berusia 6 tahun yang pendiam dan pemalu. Ia diundang menghadiri pesta ulang tahun temannya. Karena malu, ibunya memaksanya untuk datang dan menemaninya di acara tersebut. Sampailah giliran anak tersebut diminta untuk mengambil permen di tempat yang disediakan sebagai bagian dari acara. Anak itu tidak mau, ibunyapun mendesak untuk mengambil, begitupun dengan pembawa acara. Ia tetap tidak mau mengambil, lalu akhirnya pembawa acara tersebut mengambilkan untuknya. Setelah pulang ke rumah, dan ibunya bertanya mengenai sikapnya tadi di acara ulang tahun, ia menjelaskan bahwa ia sengaja tidak mengambilnya meskipun ingin sekali mengambil. Ia menjelaskan bahwa jika ia mengambil dengan tangannya yang kecil itu, pasti akan dapat sedikit. Namun jika diambilkan oleh pembawa acara yang tangannya lebih besar, pasti dapatnya banyak.

Ada seorang anak perempuan remaja yang hobinya jalan – jalan ke mall. Anak itu setiap hari pasti pergi ke mall, bahkan sampai malam hari jika tidak diingatkan. Orangtuanya kebingungan, malu, emosi, dan berbagai perasaan negatif menumpuk. Setelah anak itu ditanya dari hati ke hati, ternyata ia ke mall untuk melihat perbandingan mode fashion dari satu merk ke merk lain, dan melihat perkembangan fashion yang laku di mall – mall dari masa ke masa. Setelah mengetahui hal itu, orangtuanyapun mengizinkannya untuk belajar fashion sesuai dengan minatnya tersebut. Anak itu pun menjadi salah satu desainer pakaian yang penjualannya cukup bagus.

Ada lagi seorang anak laki – laki yang hobinya mengorek – ngorek sampah. Orangtuanya kebingungan dan menyangka yang macam – macam atas perilaku anaknya tersebut. Ketika ditanya tujuannya apa mengorek – ngorek tempat sampah, anak itu menjelaskan bahwa ia senang mengumpulkan bungkus makanan yang menarik gambarnya. Lalu anak tersebut difasilitasi untuk belajar desain produk makanan. Anak itupun menjadi salah satu desainer produk makanan yang dijual di pasaran.

Ada seorang anak laki – laki kelas 2 SMP yang kerjanya hanya main game saja di kamar. Orangtuanya menjadi selalu emosi setiap hari, lalu berkonsultasi. Setelah berbicara cukup panjang dengan anak tersebut, ternyata anak itu sedang merencanakan untuk membuat perusahaan game miliknya sendiri. Ia sudah meulai mempersiapkan program – program basic nya. Ia juga sudah menjual cd gamenya sendiri. Karakter dalam gamenyapun pernah ada yang menawar. Orangtuanyapun akhirnya mendukungnya dan membuatkan PT untuknya. Anak itu senang sekali dan semangat belajarnya muncul kembali. Lalu nilai – nilai sekolahnya naik drastis.

Dari kisah – kisah tersebut, jelaslah bahwa sebenarnya anak – anak kita merupakan keajaiban yang diturunkan Tuhan ke hadapan kita. Tinggal kita melihat anak sebagai keajaiban atau masalah. Sesungguhnya, Tuhan telah memberikan kita anak beserta minat-bakat yang ada di dalam dirinya, maka didikan kita untuk menjadikan anak ini seperti apa adalah persembahan kita kepada Tuhan. Nah sekarang kita tanya kepada diri kita sendiri, apakah kita akan mempersembahkan anak yang bahagia dalam hidupnya karena didikan kita agar anak menjalankan hidup sesuai keinginan Tuhannya dalam minat – bakatnya atau menghasilkan anak yang tidak bahagia dalam hidup?

 

©Copyright FunkyParenting

Please follow and like us:

  • 0

Cerita Anda

Niat menimbulkan keinginan, keinginan memunculkan ide, ide menghasilkan ucapan, ucapan menghasilkan tindakan, tindakan menghasilkan pencapaian, dan pencapaian menentukan nasib Anda. Secara sederhana, jika ditarik kesimpulan menjadi niat menentukan nasib. Jika niat baik, maka nasib baik. Jika nasib hidup terasa sulit, mungkin niatnya yang tidak baik.

Hal ini sudah sering kita temui dalam pembahasan atau obrolan mengenai psikologi populer, yakni obrolan mengenai psikologi yang sudah umum diketahui masyarakat. Kali ini kita akan membahas hal ini lebih lanjut.

Anthony Robbins dalam bukunya, “Money Master The Game”, melakukan penelitian antara orang – orang yang berhasil dalam hidup dan yang tidak. Setelah melakukan studi literatur dan mewawancarai puluhan ribu orang, dia mendapati perbedaan yang paling penting antara mereka yang sukses dan tidak. Hal terpenting bukanlah pada jumlah harta atau latar belakang keluarga yang dimiliki, namun pada cerita – cerita yang didengungkan dalam pikiran, yang menuntun langkahnya. Mereka yang berhasil selalu mempertahankan di dalam pikiran mengenai cerita – cerita kesuksesan yang menginspirasi mereka untuk menjadi sukses. Mereka selalu mempertahankan perasaan – perasaan berdaya dalam hati, sehingga mereka memiliki kekuatan tanpa batas dalam semangat dan optimis.

Untuk labih memperdalam energi tanpa batas dan perasaan berdaya, ada satu metode yang digunakan oleh Dr. Hew Len saat mengatasi pasien – pasien rumah sakit jiwa di Hawai. Tanpa menggunakan terapi yang rumit dan hasilnya kurang signifikan, pasien rumah sakit jiwa tersebut satu persatu sembuh total. Metode tersebut adalah “Cleansing (pembersihan Diri)”. Penjelasan secara sederhana yakni metode tersebut dilakukan dengan cara menyeimbangkan energi diri. Energi yang bersumber dari membersihkan diri dari pikiran maupun perasaan negatif, kemudian memunculkan rasa cinta dan pikiran yang berdaya. Kemudian Dr. Hew Len mendekati pasien tersebut dan energinya tertransfer secara otomatis, sehingga energi pasien sakit jiwa tersebut menjadi teratur dan pasen tersebut menjadi normal kembali.

Lalu bagaimana jika kita terapkan di rumah, untuk keluarga, dan saat berinteraksi dengan anak – anak? Saat di rumah, kita munculkan cerita – cerita yang positif, optimis, dan memberdayakan dalam pikiran kita. Kemudian hati kita senantiasa melakukan pembersihan diri (cleansing) dari perasaan – perasaan negatif. Lalu cara tersebut kita tularkan pada anak – anak, maka kejutan apa kira – kira yang akan kita dapatkan. Semoga semakin banyak cerita – cerita indah yang muncul dari dalam rumah. Semoga hal – hal indah selalu memunculkan niat hati yang indah dan nasib hidup juga menjadi indah.

 

©Copyright FunkyParenting

Please follow and like us:

  • 0

Memahami Perilaku Anak

Saya mengutip dari buku Ayah Edy yakni “100 Permasalahan Orangtua dan Anak ABG”, sebuah renungan untuk memahami perilaku anak. Ada seorang bapak yang mengeluh mengenai kondisi anaknya yang berusia dua tahun sebagai berikut:

– Keras
– Tidak mau kalah
– Suka memaksa
– Suka mengatur, orangtuanya pun sering diatur
– Tidak sabaran
– Ingin disegerakan
– Suka memukul
– Teriakannya keras luar biasa
– Tidak pernah bisa duduk diam
– Selalu melompat ke sana kemari

Sebenarnya, ada apa dengan anak tersebut? Apakah ini merupakan gangguan kepribadian atau justru ini adalah deskripsi masa depannya?
Mari kita pahami, jangan-jangan fakta di balik ini semua adalah sebagai berikut:

“Papa, aku ini seorang yang berpendirian teguh, aku adalah seorang pengambil keputusan terhadap masalah-masalah sulit, aku adalah tipe pemimpin, dan kelak aku memiliki anak buah yang banyak kuatur. Kemauanku keras dan aku cenderung memaksa dan kelak hampir semua rencana yang aku buat membuahkan hasil yang gemilang. Aku tidak suka diancam, jika aku menganggap langkahku tepat maka aku tidak takut menghadapi siapa pun. Aku memang lincah dan banyak bergerak, kelak aku akan sanggup menangani berbagai macam masalah dengan lincah dan sigap dalam waktu yang singkat. Papa…. Tolong janganlah suka memaksa aku. Cobalah ajak aku berdialog atau berunding, tetapi jangan pernah kau bohongi aku karena aku suka orang yag konsisten dan menepati janji. Jika tidak, aku akan tagih janjimu sampai kapanpun. Aku akan menuruti segala permintaanmu asalkan alasannya masuk akal karena aku memang memiliki kekuatan logika dan tidak mudah ditipu. Aku ingin segera dan tidak suka ditunda-tunda karena kelak aku akan menuntaskan semua pekerjaan dengan segera, lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.”

Kalau dianlisa dan dipahami lebih dalam, jika diterjemahkan, bisa menjadi seperti ini:

– Keras (berpendirian teguh, konsisten, menepati janji)
– Tidak mau kalah (pengambil keputusan, memiliki kekuatan logika, tidak mudah ditipu)
– Suka memaksa (pengambil keputusan, tidak suka menunda)
– Suka mengatur, orangtuanya pun sering diatur (memiliki anak buah)
– Tidak sabaran (memiliki anak buah)
– Ingin disegerakan (perencana yang gemilang)
– Suka memukul (tidak takut menghadapi siapapun)
– Teriakannya keras luar biasa (tidak takut menghadapi siapapun)
– Tidak pernah bisa duduk diam (lincah, sigap)
– Selalu melompat ke sana kemari (dapat menangani berbagai masalah dalam waktu yang singkat)

Betapa besarnya potensi anak tersebut, jika orangtuanya bisa mengarahkan potensinya dengan pendidikan atau cara yang baik dan menyenangkan. Marilah kita memahami perilaku anak kita dengan lebih sabar, lebih menganalisa, dan optimis. Karena bisa jadi anak – anak yang sedang berada dipangkuan kita saat ini adalah orang – orang hebat di masa depan. Betapa indahnya jika orang – orang hebat itu mengatakan bahwa kenangan terindah yang dimilikinya dalam hidup adalah saat bersama orangtuanya.

 

©Copyright FunkyParenting

Please follow and like us:

Parenting Quotes