Memilih Sekolah

  • 0

Memilih Sekolah

Category : UPDATES

Dalam memilihkan sekolah untuk anak, ada proses yang pada umumnya dilakukan dan ada proses yang sebaiknya dijalani.

photo: pexel.com

Pada umumnya ketika anak telah memasuki usia tertentu, yang dikatakan usia sekolah, misalnya 6 tahun untuk masuk SD, anak langsung dicarikan sekolah dan akhirnya masuk sekolah. Pada umumnya jika orangtua melakukan proses ini, yang anak ketahui adalah belajar di sekolah, mendapat nlai bagus, dan menjadi juara kelas. Namun jarang sekali muncul potensi unggul anak, yakni anak yang sudah senang pada suatu hal, kemudian menjadi ahli dalam hal tersebut di usia muda. Misalnya Joe Alexander, seorang anak dari Indonesia, menjadi pianis dunia di usia 12 tahun. Lionel Messi menjadi pemain sepakbola dunia di usia 18 tahun. Bill gates membuat sistem gaji karyawan terkomputerisasi untuk sebuah pabrik di usia 10 tahun. Kemudian Hee Ah Lee, Warren Buffet, Mahatma Gandhi, dan masih banyak lagi yang telah menunjukkan potensi unggulnya di usia belia. Karena di sekolah pada umumnya tidak ada mata pelajaran mengenali potensi diri dan pelajaran meraih kesuksesan.

Belum lagi permasalahan yang ada di sekolah. Bagaimana beradaptasi dengan guru yang favorit dan yang tidak cocok, teman yang baik maupun yang usil, adaptasi terhadap nilai tinggi dan yang tidak memuaskan, tiba – tiba sulit bangun pagi, tidak mau masuk sekolah, sakit perut atau keringat dingin di pagi hari, dan sekelumit permasalahan lainnya.

Maka untuk mengisi kekurangan tersebut, ada proses yang sebaiknya dijalani sebelum memasukkan anak ke sekolah. Prosesnya yakni tanyakan kepada anak bidang apa yang disenangi, ingin menjadi sehebat apa di masa depan, seperti siapa, kemudian hal apa yang perlu dipelajari, keahlian apa yang perlu dikuasai, barulah sekolah mana yang terbaik di dunia yang bisa membantunya menguasai bidang tersebut dan menghantarkannya kepada kesuksesan.

Lalu bagaimana jika orangtua mengatakan tidak ada waktu atau tidak mampu secara ekonomi? Sesungguhnya seorang Presiden pun memiliki waktu yang sama dengan kita yaitu 24 jam dalam sehari. Kemudian seorang B.J. Habibie pun berasal dari latar belakang keluarga yang kekurangan secara ekonomi. Maka masalahnya di sini adalah bukan ada atau tidak adanya waktu, dan bukan mampu atau tidak mampu secara ekonomi, namun mau atau tidak mau.

Kemudian ketika anak masuk sekolah berdasarkan keinginanya karena sudah mengetahui tujuannya, ia akan semangat menjalaninya, bahkan sekolah akan menjadi seperti liburan yang menyenangkan, dan proses belajar akan menjadi seperti bermain, yang membuat anak selalu antusias, bergairah, dan tak jarang belajar sendiri sampai larut malam karena dia senang, bukan terpaksa.

Yang menjadi catatan kemudian dalam pemilihan sekolah adalah perlu juga diperhatikan mengenai attitute warga di sekolah tersebut. Bagaimana sifat, sikap, dan tutur kata dari para guru di sekolah, para siswa, petugas kantin, dan staf lainnya. Karena kita pasti menginginkan lingkungan yang sehat untuk psikologis anak.

Sekolah terbaik adalah sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya untuk mengeksplorasi dengan leluasa (Bob Sadino).

Please follow and like us:

Parenting Quotes