Menghadapi Karakter Anak Bagian 2

  • 0

Menghadapi Karakter Anak Bagian 2

Category : UPDATES

Kita sering kali mencoba memaksakan suatu kepribadian tertentu kepada anak anak. Padahal kita justru harus belajar menyesuaikan diri dengan kepribadian anak yang berbeda-beda dan mendorong mereka untuk menempuh jalan mereka masing-masing (Elizabeth Wagele). Ayah dan Bunda akan kesulitan jika memandang hanya ada satu cara mengasuh yang benar.

Kemudian dalam belajar, menurut Neuro Linguistic Programmin (NLP), ada tiga gaya belajar anak, yaitu visual, auditori, dan kinestetik.

photo: google

 

Visual
Gaya Belajar Visual (Visual Learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan, yakni melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya.

Ciri-ciri gaya belajar visual ini yaitu:

– Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar.
– Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi.
– Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-     teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak.
– Tak suka bicara di depan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain.
– Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
– Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan.
– Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan.
– Dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut dan ramai tanpa terganggu.

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual:
>> Gunakan materi visual seperti gambar-gambar, diagram, dan peta.
>> Gunakan warna untuk menandai hal-hal penting.
>> Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
>> Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
>> Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.

Auditori
Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, anak harus mendengar, baru kemudian bisa mengingat dan memahami informasi itu.

Ciri-ciri gaya belajar Auditori yaitu :

   – Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi              yang didiskusikan dalam kelompok/ kelas.
   – Pendengar ulung, yakni anak mudah menguasai materi iklan/ lagu di tv/ radio.
   – Cenderung banyak bicara.
   – Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena           kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya.
   – Kurang cakap dalm mengerjakan tugas mengarang / menulis.
   – Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain.
   – Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru di lingkungan sekitarnya, seperti             hadirnya  anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll.

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori:

   >> Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas                         maupun di dalam keluarga.
   >> Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
   >> Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
   >> Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
   >> Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia               untuk mendengarkannya sebelum tidur.

Kinestetik
Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Biasanya, hanya dengan memegangnya saja, anak bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

Ciri-ciri gaya belajar Kinestetik yaitu:

–  Menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya, termasuk saat belajar.
–  Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak.
–  Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh:        saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik    menggambar.
–  Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar.
–  Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, simbol dan lambang.
–  Menyukai praktek / percobaan.
–  Menyukai permainan dan aktivitas fisik.

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:

>> Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
>> Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya                            (contohnya:  ajak dia baca sambil menggunakan gunakan obyek                          sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
>> Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar, jika                    anak  meminta.
>> Gunakan warna terang untuk menandai hal-hal penting dalam bacaan.

Kemampuan anak dalam menangkap materi dan pelajaran tergantung dari gaya belajarnya. Kita tidak bisa memaksakan seorang anak harus belajar dengan suasanan dan cara yang kita inginkan karena masing masing anak memiliki tipe atau gaya belajar sendiri-sendiri. Banyak anak menurun prestasi belajarnya di sekolah karena belajar tidak sesuai dengan gayanya. Anak akan mudah menguasai materi pelajaran dengan menggunakan cara belajar mereka masing-masing.

Please follow and like us:

Parenting Quotes