Menterapi Diri Sendiri

  • 0

Menterapi Diri Sendiri

Category : UPDATES

Konsep ini sebenarnya mudah, namun perlu dilakukan dan dilatih terus menerus. Pengetahuan yang diikuti dengan praktik pengulangan atau tindakan yang berulang – ulang, akan menghasilkan keajaiban (Tung Desem Waringin).

©Image: Google

Sesungguhnya perbedaan orang normal dengan orang depresi hanyalah perbedaan pengambilan keputusan (Anthony Robbins). Setelah periode sedih atau momen menyakitkan, orang normal segera mencari cara untuk kembali menjalankan kehidupan seperti biasanya. Mereka juga langsung berusaha agar menjadi bahagia. Namun orang depresi, setelah periode sedih, selalu mencari alasan untuk sedih kembali. Ia menjadi menikmati kesedihannya.

Lalu konsep menterapi diri sendiri di sini adalah melatih diri untuk mengambil keputusan positif dalam memilih perasaan atas kejadian yang sedang dialami. Misalnya sedang kehilangan sesuatu. Biasanya ada pilihan perasaan negatif berupa kesal atau marah, dan perasaan positif ikhlas atau berbagi. Nah dalam hal ini, latihlah untuk memilih perasaan positif. Begitupun seterusnya saat mengalami masalah apapun, selalu ada pilihan perasaan positif dan negatif, lalu pilihlah yang positif.

Kemudian Konsep ini adalah kreativitas pikiran. Sesekali kita menemui momen yang memuat emosi negatif dengan intensitas yang besar, dan membutuhkan waktu cukup lama untuk meredakannya. Di sinilah kreativitas pikiran kita sangat dibutuhkan. Misalnya kita sedang merasa marah sekali kepada anak yang sulit melaksanakan disiplin atas perjanjian membereskan kamar sendiri yang telah dibuat bersama, misalnya. Ketika emosi itu muncul, duduklah di kursi atau tempat yang nyaman. Kemudian letakkan telapak tangan kiri di pegangan kursi. Lalu bayangkan emosi marah yang dirasakan tadi mengalir seluruhnya ke arah pundak kiri, kemudian ke lengan kiri, dan terus mengalir hingga ke telapak tangan kiri. Lalu emosi tersebut diteruskan keluar dari telapak tangan kiri menuju pegangan kursi tadi, dan terus mengalir ke bumi, hingga emosi marah tersebut habis ditelan bumi. Dalam prosesnya, bayangkan terus seperti itu hingga emosi marahnya terkuras habis dan kita merasa lega. Setelah lega biasanya muncul ide untuk mengatasi permasalahan disiplin tersebut atau baru ingat penyebab mengapa anak belum disiplin.

Contoh lain misalnya menggunakan balon tiup. Bayangkan di tangan kiri sedang memegang balon tiup. Lalu bayangkan emosi marah tadi mengalir hingga telapak tangan kiri dan masuk ke dalam balon. Balonnya semakin lama semakin membesar dan meledak. Emosi marahpun menjadi menguap ke udara dan hilang.

Contoh lainnya adalah dari Dr. Hew Len. Beliau adalah seorang psikiater di salah satu rumah sakit jiwa di Hawai. Dr. Hew Len menyembuhkan satu persatu pasien dengan duduk di sebelahnya dan berkonsentrasi. Dia membayangkan memunculkan energi cinta dari dalam tubuhnya, kemudian mengalir ke dalam diri pasien. Hasilnya, satu persatu pasien di rumah sakit jiwa tersebut sembuh. Karena penyakit paling tidak suka dengan energi dan perasaan cinta.

Kemudian cara untuk memunculkan emosi positif. Misal jika ingin memunculkan emosi lemah lembut dalam diri. Katakan kepada diri sendiri bahwa “Saya ingin memiliki hati yang lembut” atau “Saya ingin menjadi orang yang lemah lembut”. Lalu bayangkan ada energi lemah lembut masuk ke dalam tubuh atau muncul dari dalam tubuh (misal cahaya warna hijau yang mewakili energi lemah lembut atau apapun). Kemudian bayangkan diri Anda menjadi orang yang lemah lembut saat bertemu orang, saat mendidik anak, di tempat kerja, bersama teman – teman, dan sbagainya. Kemudian lakukan terus praktek ini setiap hari, bayangkan terus, dan rasakan terus.

Jadi kesimpulan dari pembahasan teknik menterapi diri sendiri ini adalah dengan mengambil keputusan untuk memilih perasaan positif dan kreativitas pikiran untuk meredakan emosi dan memunculkan energi positif. Sesungguhnya banyak sekali teknik terapi yang dasarnya adalah kreativitas pikiran. Silahkan kembangkan sendiri cara yang cocok dengan Anda.

Please follow and like us:

Parenting Quotes